Advokat Mahkamah Agung India: Cryptocurrency Tidak Bisa Diregulasikan

2019-03-05 17:58:56

KoinRocket - Komunitas cryptocurrency di India saat ini tengah menantikan kehadiran regulasi yang jelas dari pemerintah mengenai cryptocurrency. Namun tampaknya, penantian mereka tersebut masih menemui batu ganjalan.

Pasalnya menurut Abraham C. Mathews, seorang pengacara, akuntan sewaan, dan advokat Mahkamah Agung di Delhi, cryptocurrency berdasarkan sifat alaminya tidak dapat diregulasikan.

“Cryptocurrency secara alami tidak dapat diatur. Mahkamah Agung harus menahan keinginan untuk terlibat,” kata Abraham dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip News.Bitcoin.com, Selasa (5/3/2019).

Abraham lebih lanjut menyatakan bahwa cryptocurrency belum mendapatkan penggunaan luas seperti yang diprediksikan oleh pendukung awal mereka, dengan penggunaan karena mata uang tersebut terbatas pada segilintir orang.

Dia juga memberikan pujiannya pada teknologi blockchain yang dipercayainya telah berkembang pesat. Meski begitu, revolusi yang disebut cryptocurrency disebutkan semuanya sudah gagal.

Selain itu, dia juga menyatakan bahwa regulasi cryptocurrency tidak bisa ditegakkan karena sangat rendahnya probabilitas koin atau kriminal yang ditemukan ketika bursa cryptocurrency diretas.

"Tidak ada yang diperkenalkan atau diminta pemerintah dapat mengubah fakta ini," tegasnya.

Dia menguraikan bagaimana bank sentral India yang melarang bank untuk bertransaksi dengan entitas yang berurusan dengan cryptocurrency.

“Ini dia, sayangnya sejauh yang bisa dilakukan bank sentral India. Anda tidak dapat mengatur ... sesuatu yang Anda tidak memiliki kesamaan untuk mengendalikannya.”

Menurutnya, ini bukan bahwa cryptocurrency harus dinyatakan ilegal. Dia mengatakan cryptocurrency harus diperlakukan apa adanya sebagai mainan baru yang mengkilap.

“Biarkan mereka bermain dengannya. Namun, memberikannya legitimasi hukum atau peraturan bukan hanya sembrono, itu juga bodoh,” pungkasnya.

Source: News.Bitcoin.com

Foto: CCN.com