Di Jerman, Cryptourrency Masuk dalam Klasifikasi Instrumen Keuangan

2020-03-03 15:53:33

KoinRocket.id - Pemerintah Jerman akhirnya resmi memasukkan aset digital yang di dalamnya termasuk cryptocurrency atau mata uang virtual seperti Bitcoin dan kawan-kawannya ke dalam klasifikasi instrumen keuangan.

Hal tersebut terungkap dalam pedoman yang dirilis oleh Otoritas Pengawas Keuangan Federal Jerman, BaFin. Dalam pedoman tersebut, semua jenis aset digital masuk dalam definisi instrumen keuangan.

“[A] representasi digital dari nilai yang belum dikeluarkan atau dijamin oleh bank sentral atau badan publik mana pun dan tidak harus dikaitkan dengan mata uang yang ditentukan oleh hukum dan yang tidak memiliki status hukum mata uang atau uang, tetapi diterima sebagai media pertukaran oleh perorangan atau badan hukum dan dapat ditransmisikan, disimpan, dan diperdagangkan secara elektronik,” kata BaFin dilansir dari Bitcoinist, Selasa (3/3/2020).

Langkah BaFin untuk memasukkan aset digital dalam klasifikasi instrumen keuangan sendiri merupakan bagian dari rencana pemerintah Jerman yang akan mengadopsi Petunjuk Pencucian Uang Uni Eropa kelima (AMLD5) yang dimulai pada 1 Januari 2020.

Dalam prosesnya, pengadopsian AMLD5 melibatkan perubahan pada Undang-Undang Perbankan dan Layanan Pengawasan Pembayaran Jerman.

BaFin dalam pedoman tersebut mengharuskan kustodian cryptocurrency untuk mendapatkan lisensi dari regulator untuk menawarkan layanannya di negara tersebut.

Begitu juga dengan kustodian crypto yang sudah terdaftar di negara Uni Eropa lainnya harus mengajukan persetujuan untuk menawarkan layanannya di Jerman.

Platform-platform kustodian crypto yang beroperasi di Jerman tanpa lisensi memiliki tenggat waktu hingga akhir November 2020 untuk mengajukan permohonan lisensi. Mereka harus menunjukkan kesiapan untuk mengajukan sebelum 30 Maret 2020.

 

Source: Bitcoinist.com

Foto: Reginnovate.com

Penulis/Editor: Andri Alfansyah