Korea Selatan Gelar Studi Lanjutan soal Teknologi Blockchain dengan Tugas Baru

2019-05-23 10:52:48

KoinRocket - Kementerian Sains, Teknologi Informasi dan Komunikasi Korea Selatan dikabarkan akan menjalankan studi lanjutan mengenai regulasi teknologi blockchain yang sudah diluncurkan pada pertengahan tahun lalu.

Dalam studi lanjutannya dilansir Cointelegraph dari Yonhap, Kamis (23/5/2019), Kementerian tersebut akan memfokuskan pada lima area kelembagaan di mana blockchain dapat diadopsi secara luas, yaitu logistik dan distribusi, layanan publik, kesehatan, keuangan dan energi.

Pada Juni 2018 lalu, Kementerian Sains, TIK Korsel meluncurkan “Kelompok Studi Peningkatan Regulasi Blockchain” untuk mengetahui bagaimana regulasi bisa ditingkatkan agar teknologi blockchain dapat diadopsi secara luas di kelembagaan.

Pada awalnya, kelompok studi ini berfokus pada peningkatan peraturan hukum yang berkaitan dengan teknologi blockchain seperti privasi pribadi, kontrak pintar, dokumen elektronik dan tanda tangan digital, dan penerapan sistem komputasi terdistribusi.

Sumber yang sama melaporkan Ibukota Seoul akan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam kartu warganya. Sehingga pemegang kartu bisa dengan mudah memverifikasi identitas dan mengakses layanan administrasi.

Walikota Seoul Park Won-soon mengungkapkan bahwa Seoul juga telah mengimplementasikan layanan administrasi berbasis blockchain lainnya, seperti e-voting seluler.

Selain itu, pemerintah Seoul disebutkan juga menganggarkan lebih dari $1 miliar untuk mendanai blockchain dan fintech startup selama 3 tahun ke depan.


Source: Cointelegraph.com

Foto: Cryptolinenews.com

Penulis/Editor: Andri Alfansyah