Bank Sentral Eropa Desak Tindakan Peraturan Cepat soal Facebook Libra

2019-07-08 15:53:04

Bank-bank sentral sentral di dunia mulai melontarkan reaksinya terhadap Facebook yang berencana meluncurkan cryptocurrency-nya sendiri bernama Libra pada tahun depan. Salah satunya adalah bank sentral Eropa.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (8/7/2019), anggota dewan eksekutif Bank Sentral Eropa Benoit Coeure mendesak regulator keuangan untuk bertindak cepat dalam mempersiapkankan diri menghadapi cryptocurrency Libra dari Facebook.

Di Aix-en-Provence, Prancis selatan, dia mengatakan mengizinkan pengembangan layanan keuangan baru dan kelas aset yang tidak diatur dalam peraturan tidak bertanggung jawab.

"Kami (regulator keuangan) harus bergerak lebih cepat daripada yang bisa kami lakukan sampai sekarang," katanya.  

Menurutnya, pengembangan aset digital telah membuka kesenjangan dalam peraturan keuangan saat ini. Dia juga menyoroti lambatnya tingkat adopsi teknologi baru oleh bank.

“Semua proyek ini adalah panggilan yang cukup berguna bagi para regulator dan otoritas publik, karena mereka mendorong kita untuk mengajukan sejumlah pertanyaan dan mungkin membuat kita meningkatkan cara kita melakukan sesuatu.”

Bank sentral Eropa sendiri sudah mulai mengadakan pendekatan terhadap aset kripto dengan hati-hati. Salah seorang pejabatnya mengklaim bahwa sryptocurrency akan berakhir sebagai "muatan omong kosong.

Tidak hanya itu, bank sentral Eropa juga telah membahas mengenai kemungkinan manfaat dan kelemahan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Di samping dari pejabat bank sentral Eropa, proyek cryptocurrency Libra juga mendapatkan reaksi dari pendiri dan CEO Circle Jeremy Allaire. Dia berharap Libra akan memicu pengembangan kebijakan nasional tentang aset digital.

Sementara itu, Kongres AS meminta Facebook dan para mitranya menghentikan pengembangan Libra. Alasannya, Libra dikhawatirkan menimbulkan privasi serius, perdagangan, keamanan nasional, dan masalah kebijakan moneter dan dolar.

 

Source: Cointelegraph.com

Foto: Theindustryspread.com

Penulis/Editor: Andri Alfansyah