Bitcoin Diyakini Diuntungkan dari Krisis Ekonomi Seluruh Dunia

2019-06-10 11:03:16

KoinRocket - 2019 menjadi tahun yang cukup menggembirakan bagi kinerja harga Bitcoin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Akhir Mei lalu, Bitcoin tercatat berhasil menyentuh level harga $9.070.

Tuur Demeester, mitra pendiri Adamant Capital, menyebutkan bahwa kenaikan harga Bitcoin mungkin sebagian disebabkan oleh krisis keuangan yang mempengaruhi ekonomi terbesar dunia, sehingga memicu optimisme berlebihan dalam industri mata uang digital.

Dalam tulisannya di Medium seperti dilansir Cryptoslate, Senin (10/6/2019), Tuur mengatakan bahwa akumulasi, pemerasan singkat, dan penarikan Bitcoin dari pertukaran yang dipertanyakan adalah beberapa penggerak di balik harga bitcoin.

Namun menurutnya hal yang paling penting ada hubungannya dengan masalah ekonomi makro internasional yang cenderung berdampak langsung pada harga Bitcoin.

Sebagai catatan, saat krisis keuangan yang melanda Siprus pada 2013, Bitcoin tercatat mengalami reli 99 hari sejak awal tahun hingga pertengahan April. Kala itu, dana talangan internasional sebesar €10 juta untuk Siprus diumumkan.

Selama rentang waktu tersebut, penilaian pasar mata uang digital ini naik 1950 persen untuk kemudian menelusuri kembali sekitar 81 persen.

Kucuran modal dari Tiongkok seiring terurainya perang dagang dengan Amerika Serikat bisa menjadi sumber utama yang memulai reli kenaikan harga Bitcoin pada tahun ini.

“Pada 5 Mei, yuan Tiongkok mulai melemah terhadap dolar AS, dan 13 hari kemudian diperdagangkan 2,5 persen lebih rendah - sebuah langkah besar dalam hal valas. Hebatnya, itu juga minggu di mana Bitcoin menembus di atas resistensi $ 6.500," kata Tuur.

Pasar cryptocurrency diklaim mendapatkan keuntungan dari perang dagang antara AS dan Tiongkok. Ini yang menyebabkan investor Tiongkok menukar yuan ke Bitcoin untuk mengantisipasi kemungkinan devaluasi.

Namun begitu ada kesulitan untuk menganalisis data Tiongkok karena pemerintah negara tersebut memberlakukan larangan kegiatan yang berkaitan dengan cryptocurrency pada September 2017.

Namun CEO BitMEX Arthur Hayes meyakini platform perdagangan bebas masih berjalan. Contohnya OkCoin dan Huobi. Meski tidak beroperasi di daratan Tiongkok, kedua bursa tersebut tidak keluar dari pasar Tiongkok.

 

Source: Cryptoslate.com

Foto: Forbes.com

Penulis/Editor: Andri Alfansyah