Dalam Sebulan, Peretas Topi Putih Temukan 43 Bug dalam Platform Cryptocurrency dan Blockchain

2019-03-15 16:29:47

KoinRocket - Platform cryptocurrency dan blockchain ternyata mengandung banyak bug. Selama sebulan terakhir, para peretas topi putih berhasil menemukan lebih dari 40 bug dalam platform tersebut.

Dilansir Jumat (15/3/2019), The Next Web dalam investigasi mencatat ada 13 perusahaan terkait blockchain dan cryptocurrency menerima 43 laporan celah keamanan atau bug antara periode 13 Februari dan 13 Maret.

Perusahaan-perusahaan cryptocurrency dan blockchain yang menerima laporan bug tersebut di antaranya adalah Coinbase, penerbit EOS Block.one, Tezos, Brave, Monero, dan lainnya.

Adapun perusahaan blockchain dengan laporan bug paling banyak adalah Unikrn. Perusahaan yang mengembangkan cryptocurrency yang bernama Unikoin Gold tersebut memiliki 12 bug.

Pengembang OmiseGo, Omise, berada di posisi kedua dengan enam laporan bug yang diterima, selanjutnya diikuti oleh EOS dengan lima laporan bug.

Sementara itu, Tendermint, algoritma konsensus dan protokol jaringan peer-to-peer (P2P), menerima empat laporan bug. Protokol pasar prediksi terdesentralisasi Augur dan platform Smart Contract Tezos, masing-masing menerima tiga laporan bug.

Monero, ICON, dan MyEtherWallet menerima laporan bug. Ketiganya menerima dua laporan bug. Coinbase, bursa cryptocurrency terbesar dari AS dan pengembang browser blockchain Brave, Brave Software, hanya menerima satu laporan bug.

Dalam upaya menunjukkan celah keamanan, para peretas diganjar hadiah uang $23.675. Tendermint menyumbang uang paling banyak sebesar $ 8.500. EOS memberikan hadiah $5.500.

Sedangkan Unikrn memberi hadiah sebesar $1.375. Hadiahnya kecil lantaran bug yang dilaporkan tidak terlalu berbahaya.

Dari semua perusahaan blockchain dan cryptocurrency yang menerima laporan bug paling banyak, EOS memberikan hadiah uang paling besar. Mereka kabarnya mengeluarkan $500.000 untuk peretas yang menemukan bug.

Source: Thenextweb.com

Gambar: Bitcoindiamond.org