Energi Terbarukan Tak Cukup Atasi Masalah Berkelanjutan Bitcoin

2019-03-15 15:30:05


KoinRocket - Alex de Vries, spesialis blockchain dari salah satu perusahaan audit Big Four, PwC, mempublikasikan hasil penelitian terbaru soal energi terbarukan dalam kaitannya dengan penambangan Bitcoin.

Dalam hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal energi berkelanjutan Cell kemarin, de Vries menyatakan energi terbarukan tidak akan menyelesaikan masalah keberlanjutan Bitcoin (BTC).

DeVries menyebutkan bahwa konsumsi energi Bitcoin mencapai 40 terawatt jam (TWh) hingga 62,3 TWh sepanjang 2018. Untuk dibandingkan, jumlah tersebut setara dengan konsumsi energi di Hongaria (40,3 TWH) dan Swiss (62,1 TWh).

Mengutip penelitian yang diterbitkan pada 2014, de Vries memperkirakan bahwa konsumsi energi dari seluruh sektor keuangan dapat mencapai 650 TWh energi per tahun. Sektor keuangan tersebut termasuk pusat data, cabang bank, dan ATM.

Perkiraan konsumsi energi Bitcoin hanya mempertimbangkan penambangan dan bukan ATM Bitcoin, pihak ketiga tepercaya seperti pertukaran, penyedia dompet dan penyedia layanan pembayaran.

Pusat data dunia misalnya disebutkan mengkonsumsi sekitar 194 TWh pada 2014. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat sekitar 3 persen menjadi 200 TWh pada tahun 2020.

Fasilitas penambangan bitcoin kabarnya mengonsumsi setidaknya 20 persen energi (40 TWh) dari ini kapasitas tersebut. Jejak karbon dari transaksi Bitcoin juga tercatat melebihi dari transaksi perbankan non-tunai tradisional.

Dalam hal ini Bitcoin mengkonsumsi 491,4 kWh hingga 765,4 kWh per transaksi. Bandingkan dengan transaksi non-tunai tradisional yang memiliki jejak karbon 0,4 kWh.

Secara jumlah, jejak karbon tahunan Bitcoin antara 19,0 hingga 29,6 juta metrik ton CO2. Ini berarti bahwa energi terbarukan tidak memadai dalam mengatasi masalah energi Bitcoin.

de Vries Proof of Stake (PoS) sebagai alternatif mekanisme Proof of Work (PoW) dapat mencegah penggunaan energi ekstrem dan menjadi insentif untuk mengembangkan mesin penambangan (ASIC) khusus dengan tujuan tunggal.

Source: Cointelegraph.com

Foto: Bitcoin.com