Hampir 75 Persen Aktivitas Penambangan Bitcoin Pakai Energi Terbarukan

2019-06-11 12:31:52

KoinRocket - Firma riset dan investasi cryptocurrency CoinShares baru saja merilis laporan hasil penelitian terbarunya mengenai sumber daya energi yang digunakan untuk aktivitas penambangan Bitcoin.

Dilansir dari Cryptoglobe, Selasa (11/6/2019), CoinShares dalam hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa aktivitas penambangan Bitcoin menggunakan 74,1 persen energi terbarukan.

Dalam temuannya, CoinShares mengatakan bahwa aktivitas penambangan Bitcoin sering terkonsentrasi di daerah yang memiliki sumber energi terbarukan yang berlimpah.

Para penambang pun menjadi terdorong untuk menggunakan energi terbarukan dalam menambang cryptocurrency. Ini karena penggunaan energi terbarukan lebih menguntungkan untuk jangka panjang.

Namun demikian, penggunaan energi terbarukan di industri cryptocurrency sedikit mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, penggunaan energi terbarukan mencapai 77,8 persen.

"Perkiraan energi terbarukan turun dari 77,8% dalam laporan November 2018 kami dan mencerminkan peningkatan visibilitas industri pada bagian kami serta pergerakan dalam industri."

Hasil laporan penelitian ini sendiri menunjukkan bahwa penambang rata-rata masih menghasilkan keuntungan, bahkan selama pasar bearish yang berkepanjangan.

"Di antara temuan kami adalah perkiraan bahwa sejak November, biaya yang dikeluarkan sebesar ¢5/KWh, dan jadwal penyusutan 18 bulan telah turun dari sekitar $6.800 menjadi sekitar $5.600, terutama sebagai akibat dari asumsi biaya pendinginan dan overhead yang lebih rendah.”

“Ini menunjukkan bahwa, pada harga saat ini, penambang rata-rata sangat menguntungkan, dengan peralatan yang lebih tua dan produsen berbiaya tinggi saat ini dapat menghasilkan ROI positif.”


Source: Cryptoglobe.com

Foto: Bitcoin.com

Penulis/Editor: Andri Alfansyah