Pasar ICO Anjlok Hampir 100 Persen di Kuartal Pertama 2019

2019-05-14 16:19:55

KoinRocket - Bursa cryptocurrency BitMex baru saja merilis hasil penelitian terbarunya mengenai pasar Penawaran Koin Perdana (Initial Coin Offering – ICO) selama kuartal pertama 2019.

Sebagaimana dilansir Cointelegraph, Selasa (14/5/2019), BitMex dalam hasil penelitian melaporkan  bahwa pasar ICO selama kuartal pertama 2019 turun sebanyak 97 persen, berdasarkan dana yang berhasil dikumpulkan yakni sebanyak $40 juta.

Anjloknya pasar ICO mengikuti merosotnya pasar cryptocurrency periode 2017 – 2018. Sepanjang 2018, pengembalian investasi dari ICO adalah yang paling rendah.

Dari segi modal yang terkumpul sepanjang 108, 10 proyek ICO teratas didominasi oleh EOS, Telegram, proyek cloud computing berbasis blockchain Dfinity, bank digital berbasis blockchain Bankera, t0, Basis, infrastruktur blockchain-as-a-service Orbs, infrastruktur penagihan cryptocurrency PumaPay , desentralisasi jaringan keterlibatan seluler Jet8, dan Unikoin Gold.

Di antara 10 besar proyek teratas, Orbs, PumaPay, Jet8, dan Unikoin Gold tercatat mengalami pengembalian negatif dengan harga ICO rata-rata 64 -99 persen. Menurut BitMEX, beberapa proyek ICO telah mengubah nama dengan mengubah 'C' menjadi 'E'" karena sudah berkurangnya antusiasme untuk ICO.

Sementara pasar ICO anjlok. Tidak demikian halnya dengan Penawaran Pertukaran Perdana (Initial Exchange Offering – IEO). Jumlahnya tercatat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Proyek ini meningkat lantaran model dilaporkan telah terbukti berhasil. Para investor proyek tersebut telah memperoleh pengembalian yang cukup tinggi berdasarkan harga IEO.

Misalnya tahun ini, IEO dijual dengan harga pada tingkat yang setara dengan kapitalisasi pasar sebesar $907,7 juta. Ini didasarkan pada total perseedian token yang dilaporkan.

Source: Cointelegraph.com

Foto: Shutterstock

Penulis/Editor: Andri Alfansyah