Volume Perdagangan Bitcoin di Negara Berkembang Libas Negara Maju

2019-04-12 15:12:10

KoinRocket - Bursa cryptocurrency asal Helsinki, Finlandia, LocalBitcoins merilis data terbaru mengenai adopsi Bitcoin di negara-negara berkembang dibandingkan dengan negara-negara maju.

Dalam data sebagaimana dilansir Bravenewcoin, Jumat (12/4/2019), volume perdagangan peer-to-peer yang dilakukan melalui LocalBitcoins di pasar berkembang dan perbatasan kini melebihi volume di negara maju.

Volume perdagangan di LocalBitcoins di pasar negara maju, yang ditunjukkan pada grafik berwarna biru, menunjukkan lintasan yang sama dengan naik turunnya harga Bitcoin.

Sebaliknya, volume di pasar negara berkembang dan perbatasan, ditunjukkan dengan warna oranye, mengalami kenaikan yang stabil, dan tingkat yang lebih tinggi bahkan ketika harga turun.

LocalBitcoins sendiri dikenal dengan bursa cryptocurrency dengan likuiditas yang terbatas dan spread bid-ask yang tinggi. Tak heran jika bursa tersebut adalah tempat yang mahal untuk berdagang Bitcoin.

Namun terlepas dari hal itu, volume perdagangan pada bursa tersebut telah meningkat dari kurang dari $100.000 per minggu pada 2012 menjadi hampir $50 juta per minggu saat ini.

Ada lima negara yang tercatat menyumbang 80 persen dari semua volume perdagangan di pasar negara berkembang melalui LocalBitcoins. Yaitu Rusia, Venezuela, Cina, Nigeria, dan Kolumbia.

Masing-masing negara memiliki katalis sendiri untuk adopsi Bitcoin. Di antaranya adalah devaluasi mata uang, regulasi ketat, dan kurangnya alternatif untuk pengiriman uang internasional.

Secara rinci, 37 persen volume perdagangan berasal dari Rusia. Selanjutnya diikuti Venezuela dengan volume perdagangan sebesar 19 persen, China sembilan persen, dan Nigeria delapan persen.

Source: Bravenewcoin.com

Foto: Shutterstock.com

Penulis/Editor: Andri Alfansyah