4 Cara Baik Berhutang Lewat Platform Pinjaman Online

2019-07-02 12:36:38

Saat ini banyak bermunculan platform pinjaman online atau fintech peer-to-peer lending di Tanah Air, sehingga memberikan banyak sekali pilihan pinjaman kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pinjaman dana.

Namun tidak sedikit dari mereka akhirnya terjerat utang lantaran memakai platform pinjaman ilegal. Bukannya memberikan solusi, platform ilegal tersebut justru menambah masalah.

Lantas apakah ada cara yang baik untuk mengajukan pinjaman atau hutang melalui platform pinjaman online? Jawabannya tentu saja ada.

Di acara Kompetisi Jurnalistik Fintech di Jakarta Direktur of Corporate Affairs dan Public Relations Akulaku Anggie Setia Ariningsih memberikan caranya untuk Anda seperti dilansir dari Kompas.com. Yuk simak.

1. Cari tahu platformnya

Menurut Anggie, cara yang baik untuk mengajukan pinjaman online adalah pertama jangan selalu tergiur dengan penawaran untuk meminjam dana dari penyedia layanan pinjaman online.

Dia memberikan saran untuk mencari tahu dulu segala hal mengenai platform pinjaman online tersebut sebelum yakin bahwa platform tersebut dapat dipercaya.  

"Cari dulu nama platform yang menawarkan. Misalnya, saya pernah dapat SMS bertuliskan "Selamat pengajuan Anda berhasil. Mohon periksa kembali data Anda". Padahal saya enggak pernah mengajukan pinjaman. Nah SMS semacam itu biasanya kalau di-klik URL-nya terlihat nama platformnya. Kemudian cari tahu," ungkap Anggie.

Untuk mencari tahu apakah platform pinjaman online tersebut legal atau tidak, Anda bisa mengeceknya di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di situsnya, OJK memampang daftar platform pinjaman legal yang terdaftar dan berizin sesuai aturan.

2. Tahu kebutuhan Anda

Cara kedua adalah pastikan Anda memang membutuhkan pinjaman tersebut. Kalau tidak terlalu membutuhkan, Anda dianjurkan untuk tidak mengajukan pinjaman sebelum tahu betul apa kebutuhan utama Anda.

"Kalau enggak butuh enggak usah pinjam. Misalnya mau liburan keluarga, mau beli tiket. Pinjamnya untuk beli tiket saja, titik," kata Anggie.

3. Ketahui besaran bunga

Seperti halnya bank, penyedia jasa pinjaman online juga memberikan bunga. Namun bunganya yang dikenakan lembaga pinjaman online ini diakui biasanya lebih tinggi dibanding bung yang dikenakan lembaga keuangan konvensional.

Oleh karena itu, Anda wajib untuk memperhatikan besaran bunga yang diberikan penyedia layanan pinjaman online tersebut meski bunganya tak lebih tinggi dari besaran pagu yang ditetapkan OJK untuk fintech.

Anggie mengatakan, hutang yang baik adalah hutang yang hanya berkisar 30-40 persen dari total gaji. Apabila lebih dari itu, maka keuangan Anda akan terganggu.

"Hanya boleh 30-40 persen dari gaji. Setelah lihat besaran bunga, pikirkan kita sanggup bayar atau enggak. Kalau sanggup, baru pinjam," sarannya.

4. Bayar utang

Mengambil utang pinjaman berarti Anda memiliki kewajiban untuk membayarnya. Dengan membayar hutang, Anda akan terbebas dari utang dan menghemat pengeluaran karena Anda tidak akan dibebani bunga tambahan jika terlambat membayar.

"Kalau sudah pinjam, jangan lupa bayar, ya," pungkas Anggie.


Foto: Inews