4 Hal yang Bisa Bikin Anda Terjebak Pinjaman Online

2019-07-09 16:21:09

Mengajukan pinjaman online bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah dan praktis melalui perangkat smartphone atau komputer yang terkoneksi ke internet. Tidak seperti zaman dulu di mana untuk mengajukan pinjaman harus dilakukan pertemuan antara pemberi pinjaman dan calon peminjam.

Meski proses pengajuannya mudah dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak, pinjaman online juga bisa membuat Anda terjebak dengan tumpukan hutang. Sebabnya bisa jadi Anda minim pengetahuan mengenai pinjaman online.

Nah buat yang berencana mengajukan pinjaman online, Anda perlu memahami dulu hal-hal yang bisa membuat Anda terjerat hutang. Apa saja hal-hal tersebut? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Cermati.

1. Mengajukan banyak pinjaman              

Penyedia layanan pinjaman online biasanya menawarkan besaran pinjaman dengan nominal yang tidak terlalu besar, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.  

Namun tanpa Anda sadari, nominal pinjaman yang kecil tersebut bisa membuat Anda tidak puas hanya mengajukan satu pinjaman saja, tapi membuat Anda terus menambah pengajuan pinjaman dalam waktu tidak berjauhan.

Masalah pelik pun muncul saat tagihan hutang tiba. Anda sadar bahwa banyaknya jumlah pinjaman yang Anda ajukan tidak seimbang dengan besarana gaji yang didapatkan setiap bulan. Alhasil Anda tidak mampu membayar dan melunasi hutang.

Anda sebenarnya bisa menghindari hal ini. Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan Anda sudah menentukan jumlah nominal pinjaman terlebih dulu. Setelah itu, pastikan pinjaman tersebut sesuai dengan kebutuhan.

2. Bunga terlalu memberatkan

Mengajukan pinjaman berarti Anda harus juga membayar bunganya. Jangan berpikir bahwa nominal pinjaman yang kecil, tagihannya juga lantas tidak terlalu besar. Nyatanya, bunga pinjaman online yang diberikan lumayan besar setelah dihitung dengan teliti.

Bahkan dengan tenor pembayaran utang lebih lama mulai 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan, tagihan Anda akan membengkak. Kesulitan dalam membayar utang pun bukan tak mungkin menimpa.

Jadi Anda jangan tergesa-gesa dalam mengajukan pinjol. Sebelumnya, Anda perlu melakukan survei beberapa platform untuk mendapatkan perbandingan bunga pinjaman dan tenor yang dipinjamkan. Setelah itu, Pastikan pilih platform pinjaman yang memberikan bunga pinjaman rendah tapi dengan tenor yang lama.

3. Banyak biaya tambahan

Di samping mengenakan bunga, penyedia layanan pinjaman online juga meminta biaya tambahan transaksi dalam pembayaran utang, seperti administrasi, penalti, dan biaya telat bayar.

Parahnya, tambahan biaya pada transaksi pinjaman online ini biasanya tidak diinformasikan saat seseorang menerima tawaran pinjaman ini. Untuk itu, Anda harus menanyakan segala hal secara lengkap yang berhubungan dengan biaya pinjaman online tersebut sebelum Anda berhadapan dengan biaya tambahan.

4. Debt collector

Ada kalanya orang telat melakukan pembayaran hutang karena beberapa alasan, seperti kondisi keuangan yang kurang baik, beban bunga yang terlampau besar, dan ada biaya tambahan lainnya yang tidak terduga.

Penyedia layanan online tak segan akan mengutus debt collector atau penagih hutang apabila Anda melewati masa pembayaran tagihan yang sudah ditentukan. Para peminjam pun ketakutan karena penagih hutang identik dengan sikapnya yang memaksa dan sewenang-wenang.

Sebagai saran, pastikan Anda mengajukan pinjaman online dari platform yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, badan berwenang tersebut memantau semua kegiatan pinjaman hingga penagihan utang.

OJK akan menegur penyelenggara pinjaman online dan bahkan menutupnya jika kegiatan pinjaman termasuk penagihan yang dilakukan suatu platform tidak sesuai aturan yang berlaku.

***

Nah dengan  memahami beberapa hal di atas, Anda diharapkan tidak terjebak pinjaman online yang menawarkan dana cepat cair. Semoga ini bisa menjadi pertimbangan buat Anda yang berencana mengajukan pinjaman tanpa menemui masalah nantinya.


Foto: Kompas.com