Risiko Teror Penagihan Fintech Bisa Berkurang, Ikuti 3 Langkah Ini

2019-08-06 15:30:28

Fintech lending ilegal atau layanan pinjaman online yang operasionalnya tidak resmi dan tidak diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu diwaspadai. Ini karena mereka kerap bertindak seenaknya dan tidak sesuai aturan.

Salah satunya adalah fintech lending tersebut menetapkan bunga pinjaman harian yang tinggi sehingga para nasabah kesulitan melunasi utang pinjaman. Tak sedikit dari mereka akhirnya mengalami gagal bayar dan terjerat utang puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Tidak hanya itu, fintech lending ilegal juga kerap melakukan ancaman, teror, dan lainnya saat menagih utang kepada nasabahnya. Nasabah pun dibuat takut dan malu oleh penagih utang yang tak sesuai prosedur.

Buat yang mengajukan pinjaman online melalui fintech, ada beberapa hal penting untuk diketahui jika Anda ingin risiko teror penagihan bisa berkurang seperti dilansir dari Kontan.co.id.

1. Fintech terdaftar OJK atau anggota AFPI.

Pastikan fintech pinjaman online yang dipilih sudah terdaftar dan menjadi anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Ini karena fintech tersebut tunduk pada peraturan fintech di Indonesia.

Peraturan tersebut menjelaskan soal penagihan dengan tata cara yang etis. Fintech lending juga dilarang penagihan pada hari libur dan tidak memberikan ancaman dalam prosesnya.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui adalah fintech lending legal mengenakan bunga harian maksimal 0,8% per hari. Sedangkan denda maksimal bila terjadi gagal bayar adalah 100% dari utang pokok + 100% utang pokok.

Dalam menjalankan bisnis, fintech lending yang terdaftar selalu menerapkan transparansi. Salah satunya dengan mengumumkan total dana yang telah disalurkan dan lainnya di situsnya.

Apabila ingin mengecek suatu fintech lending legal atau sebaliknya, Anda bisa mengeceknya langsung di www.ojk.go.id atau www.afpi.or.id.

2. Baca ulasan tentang rekam jejak fintech yang dipilih

Mengetahui rekam jejak fintech lending akan Anda pilih sangat penting. Ini untuk menghindari akal bulus fintech lending yang seolah-olah sudah terdaftar tapi nyatanya sebaliknya.

Anda bisa mengetahui rekam jejak suatu fintech lending dari ulasan atau kesaksian nasabah yang terdahulu. Ulasan atau kesaksian nasabah tersebut biasanya bisa ditemukan di forum diskusi Kaskus yang khusus mengulas fintech.

Di forum tersebut, Anda bisa membaca pengalaman yang dibagikan para nasabah. Sehingga Anda yakin bahwa fintech lending yang akan dipilih tidak akan menjebak Anda.

3. Cari informasi dengan menghubungi fintech terkait

Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan soal prosedur peminjaman dana langsung melalui layanan nasabah mereka. Jangan lupa untuk bertanya soal tentang besaran bunga yang dikenakan oleh fintech tersebut.

Untuk diketahui, fintech resmi memberikan besaran bunga pinjaman secara terukur. Apabila suatu fintech mengenakan bunga tinggi, Anda perlu waspada.

Pertanyaan lain yang perlu Anda ajukan adalah menanyakan tata cara penagihan bila terjadi gagal bayar. Fintech legal tidak menagih secara brutal dan mengakses nomor kontak ponsel Anda.

Fintech ini tidak menagih dengan cara meneror. Prosedur penagihan mereka pada umumnya mirip seperti yang dilakukan tim penagihan kartu kredit.

Dengan menghubungi layanan nasabah fintech, Anda juga bisa memastikan bahwa fintech lending tersebut memiliki kantor, bukan perusahaan bodong atau perusahaan virtual yang hanya punya aplikasi.


Foto: Friendfactor.org