Tips Kelola Pemasukan ala OJK, Yuk Simak!

2021-01-13 12:32:45

Cashcash Pro – Mengelola pemasukan dengan baik dan tepat adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Apalagi di tengah pandemi saat ini, mengelola pemasukan bisa menghemat pengeluaran.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa membagikan pemasukan atau uang untuk beragam hal berguna lainnya seperti investasi, tabungan, amal dan donasi.

Buat Anda yang bingung, ada sejumlah tips menarik bagaimana mengelola keuangan dengan lebih baik. Tips ini dibagikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Berikut tips selengkapnya seperti dirangkum dari Instagram OJK (@ojkindonesia), Rabu 13/1/2020:

1. Anggarkan Pemasukan dalam Beberapa Pos

Tidak semua pemasukan yang didapatkan bisa digunakan secara acak. Coba mulai atur pemasukan yang diperoleh ke dalam beberapa pos dengan rumus 40:30:20:10.

Untuk pos biaya hidup, anggarkan pemasukan sebanyak 40 persen. Kemudian, bagi anggaran tersebut untuk bisa memenuhi selama satu bulan atau empat pekan. Artinya, setiap pekan anggaran yang diperlukan sebanyak 10 persen.

Selain itu, tempatkan 30 persen pemasukan pada cicilan dan tagihan. Lalu 20 persen untuk investasi dan tabungan, serta 10 persen untuk amal dan berdonasi.

"Namun ingat, Anda harus konsisten terhadap diri Anda untuk tidak mengusik pos lain jika anggaran dalam satu pos habis di tengah bulan. Pembagian pos juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan."

2. Bagi Anggaran dalam Beberapa Pos Setiap Awal Bulan

Hindari membagi anggaran di pertengahan bulan atau bahkan di akhir bulan. Baiknya, setiap mendapatkan notifikasi bahwa gaji sudah masuk ke rekening, segerakan membaginya ke dalam beberapa pos sehingga nominal pastinya sudah didapatkan di awal bulan sebelum gaji kami berkurang.

"Jangan menyisakan gaji, tapi yang harus dilakukan adalah menyisihkan gaji. Lakukan hal ini setiap bulannya agar menjadi kebiasaan yang baik," tutur OJK.

3. Buat Daftar Kebutuhan Bulanan

Walau setiap pos sudah mendapatkan anggaran masing-masing, agar pemasukan yang diperoleh tetap dapat digunakan sesuai koridornya, buatlah daftar kebutuhan yang sesuai dengan pos yang telah dibuat. Misalnya, kebutuhan biaya hidup yang dibagi kembali menjadi kebutuhan makan dan minum, transportasi, kuota internet, dan lain-lain.

Hal ini diperlukan agar kami dapat mengetahui nominal pasti pada setiap pos yang akan dihabiskan dalam satu bulannya. Jika terdapat sisa anggaran pada beberapa pos, segera masukkan ke dalam tabungan.

4. Buka Dua Rekening yang Berbeda

Sangat penting bagi seseorang untuk memiliki minimal dua rekening yang berbeda. Rekening pertama bisa digunakan untuk menyimpan biaya kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan rekening kedua dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dana tabungan dan investasi yang akan dialokasikan ke beberapa instrumen. Khusus rekening yang Anda pakai untuk menabung, pilih yang biaya administrasinya rendah.

5. Catat Seluruh Pengeluaran Bulanan

Jika sudah tiba di akhir bulan, saatnya melakukan pencatatan terhadap seluruh pengeluaran bulanan. Dengan melakukan hal ini, kami dapat memantau pengeluaran yang dikeluarkan, apakah telah sesuai dengan rencana yang dibuat pada awal bulan atau tidak.

"Adanya catatan pengeluaran bulanan juga dapat digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap pola belanja Anda. Sehingga Anda dapat mengetahui jenis-jenis pengeluaran yang dilakukan termasuk dalam kategori kebutuhan atau hanya sekadar keinginan," tutup OJK.

Foto: Linovhr.com